Home ⁄ Blog ⁄ Alat Sterilisasi Makanan

Alat Sterilisasi Makanan

Alat Sterilisasi Makanan

Istilah Alat Sterilisasi Makanan kini bukan lagi hal yang awam di tengah – tengan masyarakat. Sterilisasi adalah proses penghancuran atau menghilangkan semua mikroorganisme yang dapat mencemari obat – obatan atau bahan lain dan membahayakan kesehatan. Kelompok mikroorganisme yang menjadi target sterilisasi adalah jamur (fungi), protozoa, bakteri pembentuk spora dan bukan pembentuk spora, serta virus. Engan kata lain, semua mikroorganisme yang membahayakan manusia maupun lingkungan bisa dibunuh dengan sterilisasi.

Sterilisasi berbeda dengan sekedar pembersih maupun disinfektasi. Pembersihan hanya mengurangi kadar zat yang bisa mengontaminasi di sebuah benda, sedangkan disinfeksi menghilangkan sebagian besar mikroorganisme (meskipun tidak semua). Sterilisasi merupakan suatu proses untuk membunuh mikroorganisme sampai ke spora – sporanya, yang terapat di dalam bahan makanan. Proses ini dilakukan dengan cara memanaskan makanan sampai temperature 121°C, selama waktu 15 menit.

Mesin Sterilisasi Makanan

Salah satu contoh alat untuk melakukan sterilisasi aalah Autoclave. Pada alat Autoclave ini, bahan makanan dipanaskan sampai temperature 121-134°C. makanan diproses selama 15 menit, untuk temperature 121°C, atau pada temperatur 134°C selama 3 menit. Setelah pemanasan ini, dilakukan pendinginan secara perlahan untuk menghindari over-boiling ketika tekanan diberikan pada makanan. Untuk memastikan bahwa proses autoclave ini berfungsi untuk mensterilisasi, kebanyakan autolave memiliki meteran dan chart yang menampilan informasi berupa temperature dan tekanan sebagai fungsi dari waktu. Warna pada meteran ataupun chart tersebut akan berubah, jika makanan berapada pada kondisi yang diinginkan.

Selain itu, bioindicator, juga dapat digunakan sebagai indicator untuk menunjukan performansi autoclave. Bioinicator ini harus diletakan pada daerah yang sulit dijangkau oleh steam, untuk memastikan bahwa walaupun daerah tersebut sulit dijangkau, namun steam tetap terdapat proses penetrasi disana. Prouk yang sudah diproses dengan sterilisasi komersial harus disimpan pada kondisi penyimpanan yang normal, yaitu pada suhu kamar. Harus dihindari penyimpanan pada suhu yang lebih tinggi (sekitar 50°C), karena bukan tidak mungkin jika ada spora dari bakteri yang sangat tahan panas masih terdapat di dalam kaleng dapat tumbuh dan berkembang biak di dalamnya dan menyebabkan kebusukan.

 

 

Sterilisasi Cairan

Cairan yang disteriliasi umumnya adalah media fermentasi yang mengandung gula, garam fosfat ammonium, trace metals, vitamin, dan lain – lain. Secara umum ada dua cara sterilisasi cairan yaitu dengan panas dan disaring (filtrasi). Sterilisasi dengan panas dilakukan di dalam autoclave, di mana steam tekanan tinggi diinjeksikan ke dalam chamber.

Sterilisasi Padatan

Padatan yang umunya disterilisasikan adalah glassware, biosafety cabinet, dan beberapa jenis tabung dan container. Pada glassware dan plastik than panas umunya dilakukan dengan autoclave mirip seperti sterilisasi cairan namun ditambah proses pengeringan. Biosafety cabinet disterilkan dengan bantuan radiasi UV dan disemprot ethanol 70% . udara dalam cabinet disaring dengan filter.

Dampak Sterilisasi

Pada daging, terjadi Maillard browning dan karamelisasi yang mempengaruhi warna daging, ketika daging melalui proses sterililasi. Pada sterilisasi susu engan cara UHT (Ultra High Temperatur), terapat peningkatan keputihan warna dari susu itu sendiri. Sterilisasi juga mempengaruhi aroma an rasa dari makanan. Contohnya, pada sterilisasi makanan kaleng terjai perubahan rasa yang kompleks, yaitu terjadi proses pirolisis, deaminasi, dekarboksilasi asam amino. Interaksi ini dapat menghasilkan lebih dari 600 komponen. Pada sterilisasi dengan cara UHT, perubahan aroma dan rasa yang terjadi lebih sedikit.

Tekstur dari makanan juga mengalami perubahan setelah melewati proses sterilisasi. Contohnya, tekstur dari padatan buah an sayur akan menjadi lebih lunak daripada buah dan sayur yang tidak disterilisasi. Nutrient value dari makanan juga mengalami penurunan. Stabilitas inhibitor tripsin pada kacang kedelai juga menurun setelah mengalami proses sterilisasi. Thiamin dan pyridoxine juga mengalami degradasi. Namun pada proses sterilisasi ini tidak meningkatkan ataupun menurunkan kandungan vitamin.

(RR)

 

Demikian artikel kami tentang “Alat Sterilisasi Makanan”, Jangan lupa Follow dan Like akun social media kita ya guys

Facebook : https://www.facebook.com/inagiofficial/

Instagram : https://www.instagram.com/inagiofficial/

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCCf0TW7DjTv_2iFrt3zxzOg

Website : https://inagi.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *