Home ⁄ CEO PROFILE

CEO PROFILE

Farizqi (lahir di Jember, 8 Maret 1988) merupakan seorang pengusaha , founder dari INAGI sekaligus menempati posisi Chief Excecutive Officer (CEO) INAGI. Farizqi kecil lahir di Jember, tepatnya di Kecamatan Wuluhan, sebuah desa di sekitar pesisir pantai selatan. Lahir dari kedua orang tua yang berprofesi sebagai guru SD. Seorang ayah (Teguh) yang telah almarhum dan seorang ibu (Lilik Z) yang hingga kini masih mengajar di sekolah dasar. Farizqi kecil dididik dengan pendidikan yang sangat kental dengan ilmu agama, sekolah dasarnya adalah Madrasah yaitu Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 01 Tanjungrejo. Hiingga menginjak ke bangku SMP dan SMA di Jember. Kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Brawijaya hingga lulus pada tahun 2014.

Sedari kecil, Farizqi telah banyak mengikuti organisasi. Bahkan semasa ia masih di madrasah, dia menjadi ketua koperasi sekolah sampai ia lulus. Kemudian di jenjang SMP, mengikuti berbagai kegiatan ekstra seperti Pramuka, OSIS, dan lain sebagainya. Di level SMP, menjadi ketua Pramuka dan Ketua II OSIS. Dan di jenjang SMA, dia menjadi Ketua Pramuka SMA Negeri Ambulu, Pimpinan redaksi majalah dinding sekolah dan Ketua II ekstrakurikuler dakwah. Sedangkan pada saat kuliah, ia menjabat sebagai Wakil Presiden BEM dan aktif pada beberapa kegiatan kampus dan kemahasiswaan kala itu.

Karir bisnisnya tidak dimulai dari INAGI, yang artinya INAGI ini adalah satu yang sukses dari sekian percobaan bisnisnya yang gagal di tengah jalan. Berbagai bisnis telah di coba selama berkuliah di Malang, mulai jualan gorengan, pulsa, mencoba berdagang jamur hingga berjualan bakso. Hal itu dilakukan karena tuntutan untuk bertahan hidup di Kota Malang. Hidup di perantauan hanya dengan bekal uang saku yang sangat minim membuatnya berpikir keras untuk bagaimana bisa mandiri. Salah satu bisnis yang cukup berhasil sebelum ia kemudian focus di INAGI adalah usahanya yang bernama ASAMI. ASAMI adalah perusahaan advertising yang dia rintis bersama dengan temannya. Namun di tengah perkembangan usaha yang kian baik, justru ia tertipu oleh temannya sendiri. Akhirnya ASAMI pun bubar dan mati sebelum berkembang. Usaha lain yang juga pernah ditekuni adalah jual beli aneka produk hasil pertanian, dengan niat membantu para petani agar hasil pertaniannya laku tinggi di pasaran. Ia mencoba untuk memasarkan ke supermarket, pabrik-pabrik besar dan lain sebagainya. Hingga akhirnya bisnis itu surut karena keterbatasan modal dan hingga kini seperti hidup segan matipun tak mau.

Di masa kuliah, ia aktif sebagai pembicara. Bersama kawannya, dr. Gamal Albinsaid, ia mencoba belajar menjadi pembicara di berbagai event. Pernah belajar ilmu tentang NLP, yang dipelajari melalui gurunya yang sangat hebat, yakni dr. Arief Alamsyah. Hingga akhirnya ia memilih menekuni bisnisnya terlebih dahulu sambil belajar lebih mendalam lagi, sehingga nanti ilmu yang ia bicarakan di depan pendengar merupakan ilmu yg diterapkannya sendiri, bukan hanya sekedar omong kosong belaka. Banyak pembicara atau motivator saat ini hanya bisa berbicara padahal mereka tidak pernah mengalaminya. Sungguh sebuah realita yang kurang baik untuk pendidikan pada umumnya. Di sisi lain, Farizqi juga gemar menulis, tulisan-tulisan kritisnya sempat dimuat di beberapa media kampus selama kuliah. Kritik mengenai kekuasaan, kritik mengenai pendidikan dan ide-ide briliannya ia tuangkan dalam tulisan, baik berupa essai maupun artikel. Beberapa tulisannya biasa ia muat di media sosial maupun blog probadinya. Pernah juga ia menulis satu buku yang bertemakan organisasi kehidupan kampus.

INAGI merupakan satu bisnis yang paling sukses yang berhasil ia tekuni hingga saat ini. Kini ia berfokus membesarkan INAGI, bermimpi menjadikannya sebagai bisnis berkelas, nasional bahkan internasional. Value bisnis dalam dirinya sebenarnya sangat sederhana, yakni menolong. Itu nilai yang selalu ia pegang. Bahwa bagaimana bisnis ini bisa menolong sebanyak-banyaknya orang yang bisa ia jangkau, baik itu para pelanggan-pelanggannya pun demikian para karyawan yang telah berhasil ia pekerjakan di perusahaannya. Dengan begitu, jika bisnis ini banyak membantu orang, maka pasti Allah Subahanallahu Wata’ala sendiri yang akan membantu bisnis ini berkembang sebesar-besarnya. Satu hal yang harus diyakini, bahwasannya jika Allah telah ikut campur pada bisnismu, maka yang terjadi adalah keberkahan, kesuksesan, baik dunia maupun akhirat. Insya Allah…

Wallahu alam bis showab.