Mesin Mini Retort: Cara UMKM Lolos BPOM - INAGI

Mesin Mini Retort: Cara UMKM Lolos BPOM

Mesin Mini Retort menjadi pilihan produksi bagi UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman kemasan, memiliki izin edar dari BPOM adalah salah satu langkah penting agar produk bisa dipasarkan lebih luas, masuk retail modern, marketplace resmi, hingga peluang ekspor. Banyak pelaku usaha masih bingung bagaimana cara menyiapkan produk kemasan agar memenuhi standar keamanan pangan.

Salah satu teknologi yang sangat membantu UMKM dalam memenuhi persyaratan BPOM adalah penggunaan Mesin Mini Retort, karena prosesnya mampu mensterilkan produk kemasan secara maksimal dan membuat produk lebih tahan lama tanpa bahan pengawet berlebihan. Artikel ini akan membahas cara UMKM menyiapkan produk kemasan agar lebih mudah lolos BPOM dengan dukungan proses pengolahan menggunakan mesin Mini Retort.


Mengapa UMKM Harus Lolos BPOM?

BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) berfungsi memastikan bahwa makanan dan minuman yang beredar aman dikonsumsi, tidak mengandung bahan berbahaya, serta diproduksi dengan proses yang higienis dan terstandarisasi.

Jika produk UMKM sudah memiliki izin BPOM, maka manfaatnya sangat besar, seperti:

  • Produk lebih dipercaya konsumen
  • Lebih mudah masuk toko modern dan distributor besar
  • Nilai jual meningkat
  • Memperluas pasar nasional dan internasional
  • Memenuhi syarat untuk mengikuti tender atau program pemerintah

Karena itu, menyiapkan produk sejak awal dengan standar yang benar adalah kunci utama agar proses pendaftaran BPOM dapat berjalan lancar.


Apa Itu Mesin Mini Retort dan Hubungannya dengan BPOM?

Mesin Mini Retort adalah alat sterilisasi makanan kemasan menggunakan metode pemanasan suhu tinggi (biasanya 110°C–121°C) dengan tekanan tertentu. Proses ini bertujuan membunuh mikroorganisme patogen seperti bakteri, jamur, dan spora yang dapat menyebabkan produk cepat rusak.

Bagi UMKM, Mesin Mini Retort dapat bermanfaat karena:

  • Membantu menghasilkan produk steril dan aman
  • Menjaga kualitas rasa dan tekstur lebih stabil
  • Memperpanjang masa simpan (shelf life)
  • Mendukung standar produksi yang sesuai regulasi keamanan pangan

Dengan kata lain, Mini Retort membantu UMKM memenuhi salah satu poin penting BPOM: produk harus diproses dengan metode yang terkontrol dan aman.


1. Pastikan Produk Masuk Kategori yang Sesuai untuk Retort

Tidak semua makanan cocok diproses dengan mesin retort. Produk yang umum diproses dengan Mini Retort antara lain:

  • Rendang kemasan
  • Semur daging
  • Gulai
  • Opor ayam
  • Sambal kemasan
  • Soto siap saji
  • Sup instan
  • makanan siap makan (ready to eat)

Produk dengan kadar air tinggi dan risiko mikrobiologi tinggi justru sangat disarankan menggunakan teknologi retort.

UMKM harus memahami karakter produk, seperti pH, kadar air, serta bahan berprotein tinggi karena biasanya lebih rentan kontaminasi.


2. Gunakan Bahan Baku yang Aman dan Terdokumentasi

BPOM sangat memperhatikan kualitas bahan baku. Maka UMKM perlu memastikan:

  • Bahan baku segar, tidak busuk, dan tidak kedaluwarsa
  • Tidak menggunakan bahan tambahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin, methanil yellow
  • Jika memakai bahan tambahan pangan (BTP), harus sesuai aturan dan dosis aman

Agar lebih siap saat audit atau verifikasi, UMKM sebaiknya menyimpan dokumen pembelian bahan baku, supplier, dan catatan produksi.

Tips penting: gunakan bahan baku dari supplier terpercaya karena BPOM dapat menilai keamanan rantai pasok produk.


3. Terapkan Standar Higienitas Produksi (CPPB-IRT / GMP)

Salah satu penyebab UMKM gagal lolos BPOM adalah proses produksi yang belum memenuhi standar kebersihan. UMKM perlu menerapkan prinsip dasar seperti:

  • Area produksi bersih, tidak lembap, dan tidak bercampur dengan area rumah tangga
  • Peralatan produksi berbahan food grade
  • Pekerja memakai sarung tangan, masker, penutup kepala
  • Ada tempat cuci tangan dan sanitasi alat
  • Alur produksi jelas (bahan mentah tidak bercampur produk matang)

BPOM menilai bukan hanya produk akhir, tetapi juga sistem produksi.

Penggunaan mesin Mini Retort akan lebih optimal jika didukung proses awal yang higienis.

Baca Juga:


4. Pilih Kemasan yang Tepat untuk Proses Mini Retort

Kemasan adalah komponen krusial agar produk retort aman dan tidak gagal saat sterilisasi. UMKM harus memilih kemasan yang tahan panas dan tekanan tinggi, misalnya:

  • Retort pouch (aluminium foil pouch khusus retort)
  • Standing pouch retort
  • Kaleng makanan
  • Botol kaca tertentu (dengan spesifikasi tahan suhu tinggi)

Kesalahan umum UMKM adalah memakai plastik biasa yang tidak tahan suhu 121°C, sehingga bisa meleleh, bocor, atau mengeluarkan zat berbahaya.

BPOM juga memperhatikan apakah kemasan food grade dan aman untuk kontak langsung dengan makanan.


5. Pastikan Proses Sealing dan Penutupan Kemasan Rapat

Dalam proses retort, sealing yang buruk bisa menyebabkan produk gagal steril karena udara dan bakteri bisa masuk setelah proses pemanasan.

UMKM perlu memastikan:

  • Gunakan mesin sealer berkualitas
  • Atur suhu sealing sesuai jenis kemasan
  • Cek kekuatan seal secara berkala
  • Pastikan tidak ada minyak atau sisa produk pada area sealing

Produk retort pouch yang bocor sering kali menjadi penyebab utama kerusakan produk sebelum masa simpan habis.


6. Tentukan Parameter Sterilisasi yang Konsisten (Suhu, Waktu, Tekanan)

BPOM menilai bahwa proses produksi harus terukur dan konsisten. Mesin Mini Retort membantu UMKM karena dapat mengatur:

  • Suhu sterilisasi (contoh 121°C)
  • Waktu holding (misalnya 20–45 menit tergantung produk)
  • Tekanan kerja
  • Pendinginan setelah proses

Setiap jenis makanan memiliki kebutuhan sterilisasi berbeda. Misalnya rendang membutuhkan perlakuan berbeda dibanding sambal atau sup.

Agar lebih siap menghadapi standar BPOM, UMKM harus mencatat parameter produksi secara rutin dalam log produksi harian.


7. Lakukan Uji Ketahanan Produk (Shelf Life Test)

BPOM membutuhkan bukti bahwa produk aman selama masa simpan yang dicantumkan. Maka UMKM sebaiknya melakukan uji shelf life, seperti:

  • Uji mikrobiologi (ALT, E.coli, Salmonella, jamur)
  • Uji perubahan rasa, aroma, warna, tekstur
  • Uji stabilitas kemasan

Produk hasil Mini Retort biasanya memiliki masa simpan lebih panjang karena sudah steril, sehingga lebih mudah menetapkan expired date secara logis.

UMKM dapat bekerja sama dengan laboratorium pengujian pangan untuk memperoleh hasil uji resmi.


8. Buat Label Produk Sesuai Aturan BPOM

Label produk adalah salah satu syarat utama pendaftaran BPOM. Pastikan label memuat informasi berikut:

  • Nama produk
  • Komposisi bahan
  • Berat bersih
  • Nama dan alamat produsen
  • Tanggal produksi dan kedaluwarsa
  • Kode produksi (batch)
  • Informasi nilai gizi (untuk kategori tertentu)
  • Nomor izin edar BPOM (setelah disetujui)

Kesalahan label seperti klaim berlebihan (misalnya “menyembuhkan penyakit”) dapat menyebabkan pendaftaran ditolak.

Gunakan bahasa yang jelas, jujur, dan tidak menyesatkan.


9. Buat Sistem Dokumentasi Produksi yang Rapi

BPOM menyukai usaha yang memiliki dokumentasi jelas karena itu menunjukkan produk dibuat secara profesional.

UMKM sebaiknya menyiapkan dokumen seperti:

  • SOP produksi (standar operasional)
  • SOP sanitasi
  • Catatan suhu dan waktu retort
  • Catatan batch produksi
  • Data bahan baku masuk
  • Catatan hasil QC produk

Dengan adanya mesin Mini Retort, pencatatan suhu dan waktu sterilisasi menjadi lebih mudah karena prosesnya terukur dan stabil.


10. Pastikan Produk Aman dari Kontaminasi Setelah Retort

Setelah proses sterilisasi, produk harus ditangani dengan benar agar tidak terkontaminasi ulang. Hal penting yang harus dilakukan UMKM:

  • Pendinginan dilakukan sesuai prosedur
  • Produk tidak langsung ditumpuk saat masih panas
  • Area penyimpanan bersih dan kering
  • Produk disimpan di suhu ruang stabil
  • Hindari paparan sinar matahari langsung

Retort memang membunuh mikroorganisme, tetapi jika penanganan setelahnya buruk, kualitas produk bisa menurun.


Cocok untuk Produk yang dapat Didaftarkan BPOM

Cara UMKM menyiapkan produk kemasan agar lolos persyaratan BPOM bukan hanya soal mendaftarkan produk, tetapi dimulai dari proses produksi yang aman, higienis, dan terstandarisasi. Mulai dari bahan baku, kemasan, sealing, hingga dokumentasi produksi semuanya harus dipersiapkan dengan baik.

Penggunaan mesin Mini Retort menjadi solusi penting karena mampu membantu UMKM menghasilkan produk makanan siap saji yang steril, tahan lama, dan lebih mudah memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan BPOM.

Jika UMKM ingin produknya naik kelas dan masuk pasar lebih luas, maka investasi pada sistem produksi modern seperti Mini Retort tidak hanya pilihan, tetapi langkah strategis untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Info Mesin:

Jika ingin konsultasi lebih lanjut mengenai jenis mesin pengolahan pangan yang cocok untuk usaha rumahan, bisa langsung tanya-tanya. Kami siap membantu mengembangkan bisnis UMKM!

email : [email protected]

CP      : 0815-5549-9975

IG       : @inagiofficial

Home Shop Cart Account
Shopping Cart (0)

No products in the cart. No products in the cart.