Keripik Apel Melempem? Ini Salah Satu Solusi Pengemasannya! - INAGI

Keripik Apel Melempem? Ini Salah Satu Solusi Pengemasannya!

INAGI – Keripik apel dikenal sebagai ikon oleh-oleh khas daerah dataran tinggi, terutama Kota Batu. Teksturnya renyah, rasanya manis-asam segar, dan kesannya “sehat”. Namun di balik kemasan cantik di rak toko, banyak produsen keripik apel—terutama UMKM—menghadapi dilema yang sama:

“Kenapa keripik saya cepat melempem, padahal baru diproduksi?”
“Kenapa rasanya berubah meski belum lama dikemas?”

Kalau Anda pernah berada di posisi ini, tenang. Anda tidak sendirian. Masalah pengemasan adalah salah satu tantangan paling umum—dan paling sering diremehkan—dalam bisnis keripik apel.

Kabar baiknya, ada solusi yang relatif sederhana jika dipahami dengan benar. Mari kita bahas pelan-pelan.

Kenapa Pengemasan Jadi Masalah Utama pada Keripik Apel?

Keripik apel berbeda dengan keripik singkong atau kentang. Kandungan gula alami dan sisa kadar air pada apel membuat produk ini lebih sensitif terhadap udara dan kelembapan.

Secara ilmiah, kerenyahan keripik sangat dipengaruhi oleh aktivitas air (water activity). Menurut jurnal Food Science and Nutrition, keripik dengan aktivitas air di atas batas tertentu akan cepat kehilangan tekstur renyah karena menyerap uap air dari udara.

Analogi sederhananya begini:
Keripik apel itu seperti biskuit yang dibiarkan terbuka. Enak di menit pertama, tapi berubah nasib kalau kelamaan kena udara.

Masalahnya, banyak produsen fokus pada proses penggorengan atau pengeringan, tapi lupa bahwa pertempuran sesungguhnya justru terjadi setelah produk masuk kemasan.

BACA JUGA :

Masalah Pengemasan Keripik Apel yang Sering Terjadi

Sebelum membahas solusi, mari kita kenali dulu “musuhnya”.

Pertama, udara masuk ke dalam kemasan. Oksigen dan uap air adalah dua faktor utama penyebab keripik cepat melempem dan tengik.

Kedua, segel kemasan tidak rapat. Ini sering terjadi pada pengemasan manual atau mesin sealer yang suhunya tidak stabil.

Ketiga, pemilihan bahan kemasan yang kurang tepat. Plastik tipis tanpa lapisan penghalang (barrier) membuat udara mudah masuk.

Keempat, pengemasan dilakukan saat produk belum benar-benar dingin. Uap panas yang terperangkap akan berubah menjadi kelembapan di dalam kemasan.

Kalau salah satu saja terjadi, kualitas keripik apel bisa turun drastis—meski rasanya sebenarnya sudah enak.

Produksi Keripik Apel Turut Terdampak oleh Pasokan Apel

Produksi keripik apel sangat bergantung pada pasokan buah apel lokal. Namun, produksi apel di Batu telah menurun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir akibat perubahan iklim dan perubahan musim yang tidak stabil.

Akibatnya, sejumlah pengusaha terpaksa mengambil apel dari luar daerah, seperti dari Nongkojajar (Pasuruan) atau Poncokusumo (Malang), karena pasokan apel Manalagi lokal yang semakin langka.

Keripik Apel Diproses dengan Teknik Khusus untuk Menjaga Kualitas

Keripik apel biasanya dibuat dari apel segar yang dipotong tipis, dicuci, kadang dibekukan, kemudian digoreng dengan teknik khusus seperti vacuum frying proses penggorengan dengan tekanan rendah sehingga hasil keripik lebih renyah dan minim lemak teroksidasi.

Menurut salah satu produsen lokal, praktik ini dapat menghasilkan keripik renyah dengan umur simpan yang relatif lebih panjang dibanding sekadar apel goreng biasa

Salah Satu Solusi Kunci: Pengemasan Kedap Udara yang Tepat

Dari berbagai pendekatan, pengemasan kedap udara (airtight packaging) adalah salah satu solusi paling efektif dan relevan untuk mengatasi masalah.

Tujuan utamanya sederhana:
👉 Menghalangi udara dan uap air masuk ke dalam kemasan.

Dalam industri makanan ringan, metode ini terbukti mampu menjaga kerenyahan dan rasa produk lebih lama tanpa tambahan bahan kimia.

Menurut Institute of Food Technologists (IFT), pengemasan dengan kontrol udara secara signifikan memperpanjang shelf life produk kering dan renyah.

Kenapa Udara Itu “Musuh”?

Udara mengandung oksigen dan uap air. Ketika keripik terpapar keduanya:

  • Uap air diserap oleh struktur keripik → tekstur melempem
  • Oksigen memicu oksidasi lemak → aroma tengik

Bayangkan keripik apel seperti spons kering. Begitu ketemu air, dia langsung berubah bentuk. Itulah yang terjadi secara mikroskopis saat kemasan tidak kedap.

Bentuk Pengemasan yang Bisa Jadi Solusi

Salah satu pendekatan yang banyak digunakan pelaku usaha adalah:

  • Plastik multilayer (PET/AL/PE)
  • Standing pouch dengan zipper + heat seal
  • Pengemasan vakum atau minim udara
  • Penambahan silica gel food grade (opsional)

Namun, kunci utamanya tetap pada proses sealing yang rapat dan konsisten. Tanpa segel yang baik, bahan kemasan terbaik pun jadi sia-sia.

Tanda-Tanda Pengemasan Anda Perlu Diperbaiki

Coba evaluasi kondisi usaha Anda sekarang:

  • Keripik melempem meski belum 1 minggu
  • Ada embun di dalam kemasan
  • Rasa berubah padahal belum kedaluwarsa
  • Produk bagus di hari pertama, turun drastis di hari berikutnya
  • Komplain konsumen soal tekstur

Jika minimal dua tanda ini Anda alami, besar kemungkinan masalahnya ada pada pengemasan, bukan resep atau bahan baku

Keripik Apel UMKM yang Berubah Nasib

Sebuah UMKM di Batu awalnya menggunakan plastik polos dan sealer manual. Produk hanya bertahan renyah sekitar 3–5 hari.

Setelah beralih ke kemasan multilayer dan memperbaiki teknik sealing (produk didinginkan sempurna sebelum dikemas), umur simpan meningkat hingga beberapa minggu dengan kualitas stabil.

Menariknya, resep dan proses produksi tidak berubah sama sekali. Yang berubah hanya cara mengemas.

Ini sejalan dengan banyak laporan pendampingan UMKM pangan dari dinas terkait, yang menyebut pengemasan sebagai faktor krusial peningkatan daya saing produk.

Perbandingan Pengemasan Biasa vs Pengemasan Kedap Udara

AspekPengemasan BiasaPengemasan Kedap Udara
KerenyahanCepat turunLebih tahan lama
Umur simpanPendekLebih panjang
Risiko tengikTinggiLebih rendah
Tampilan produkMudah kusamLebih menarik
Kepercayaan konsumenFluktuatifLebih stabi

Keripiknya Renyah, Jangan Pengemasannya “Masuk Angin”

Keripik apel sudah susah payah dibuat renyah. Sayang sekali kalau gagal hanya karena kemasannya “masuk angin”. Ibarat jaket mahal tapi resleting rusak—niatnya melindungi, malah bikin masuk angin

Pengemasan Bukan Pelengkap, Tapi Penentu

Dalam bisnis keripik apel, pengemasan bukan sekadar bungkus cantik. Ia adalah penjaga kualitas, rasa, dan reputasi produk.

Solusi pengemasan kedap udara mungkin terdengar sederhana, tapi dampaknya sangat besar. Dengan memahami karakter keripik apel dan menerapkan teknik pengemasan yang tepat, Anda bisa memperpanjang umur simpan, mengurangi komplain, dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Home Shop Cart Account
Shopping Cart (0)

No products in the cart. No products in the cart.