Bagaimana Kaleng Jadikan Makanan Instan Lebih Awet? - INAGI

Bagaimana Kaleng Jadikan Makanan Instan Lebih Awet?

INAGI – Pada industri makanan, termasuk di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kemasan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas dan daya saing produk. Salah satu bentuk kemasan yang banyak digunakan dan terbukti efektif adalah jenis kemasan kaleng. Selain tampilannya yang profesional, kemasan kaleng juga memiliki keunggulan utama: mampu membuat makanan instan lebih awet dan tahan lama tanpa kehilangan cita rasa dan nilai gizinya.

Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana kemasan kaleng bekerja dalam memperpanjang umur simpan makanan instan, keuntungan yang ditawarkan untuk pelaku bisnis UMKM, serta teknologi yang mendukung proses pengemasan modern seperti Mesin Retort Shaking.


Mengapa Kaleng Jadi Pilihan Tepat Makanan Instan?

Kemasan kaleng sudah lama dikenal sebagai media terbaik untuk penyimpanan makanan dalam jangka panjang. Bahan logam seperti aluminium atau baja ringan yang dilapisi pelindung anti karat mampu mencegah udara, kelembapan, serta mikroorganisme masuk ke dalam produk.

Dengan begitu, makanan yang dikemas dalam kaleng dapat terlindungi dari proses oksidasi, yang biasanya menjadi penyebab utama kerusakan rasa dan warna makanan. Selain itu, kaleng juga tahan terhadap suhu tinggi, menjadikannya sangat cocok untuk proses sterilisasi atau pemanasan dengan mesin retort shaking, yang mana dapat membasmi bakteri tanpa merusak tekstur makanan.


Proses Pengalengan Makanan yang Membuat Produk Lebih Awet

Agar makanan instan dalam kaleng tetap aman dan tahan lama, bisnis UMKM perlu memahami proses pengalengan dengan mesin retort shaking yang benar. Secara umum, ini dia beberapa tahapannya:

  1. Persiapan bahan makanan – Bahan harus dalam kondisi segar dan bersih, baik berupa daging, ikan, sayuran, maupun makanan olahan seperti sambal, sarden, atau rendang.
  2. Pengisian ke dalam kaleng – Makanan diisikan ke dalam wadah kaleng dengan takaran yang tepat, lalu ditambahkan cairan seperti minyak, saus, atau air garam sebagai media pelindung.
  3. Penyegelan rapat (sealing) – Kaleng ditutup rapat menggunakan mesin sealer kaleng agar udara tidak bisa masuk.
  4. Proses sterilisasi (retort) – Kaleng yang sudah tertutup kemudian dimasukkan ke dalam mesin retort shaking. Proses ini melibatkan pemanasan pada suhu tinggi (biasanya 121°C) untuk membasmi semua mikroba dan spora penyebab pembusukan.
  5. Pendinginan dan penyimpanan – Setelah proses sterilisasi, kemasan kaleng didinginkan dan disimpan di tempat yang kering dan dengan suhu stabil.

Dengan proses yang tepat, makanan instan dalam kaleng dapat bertahan hingga 1–3 tahun tanpa perlu bahan pengawet kimia yang berbahaya dengan mesin retort shaking.


Keunggulan Makanan Instan dalam Kaleng untuk UMKM

Bagi pelaku bisnis UMKM, penggunaan kemasan kaleng memberikan banyak keuntungan, baik dari sisi kualitas produk maupun aspek bisnis. Berikut beberapa keunggulan utamanya:

a. Daya Tahan Produk Lebih Lama

Kaleng mampu menahan kontaminasi udara dan mikroorganisme, sehingga makanan bisa disimpan lebih lama tanpa kehilangan rasa atau aroma. Hal ini sangat membantu UMKM dalam mengurangi risiko kerugian akibat makanan cepat rusak.

b. Menjaga Nutrisi dan Rasa Makanan

Berbeda dari pengawetan tradisional, proses sterilisasi dalam kaleng dilakukan secara terkontrol. Nutrisi tetap terjaga, dan cita rasa khas makanan tetap nikmat meski disimpan dalam waktu lama.

c. Kemasan yang Kuat dan Aman

Kaleng tahan benturan dan tidak mudah bocor. Ini penting bagi pelaku UMKM yang menjual produk makanan kemasan secara online atau mengirimkannya ke berbagai daerah, karena kemasan tetap aman selama pengiriman.

d. Tampilan Lebih Profesional dan Menarik

Kemasan kaleng membuat produk UMKM terlihat modern dan siap bersaing dengan produk industri besar. Dengan desain label yang menarik, nilai jual produk bisa meningkat.

e. Ramah Lingkungan

Kaleng dapat didaur ulang dan memiliki umur pakai yang panjang. Konsumen modern semakin menyukai produk dengan kemasan ramah lingkungan, sehingga ini menjadi nilai tambah bagi UMKM.


Baca Juga:

Contoh Produk UMKM yang Cocok Dikemas dalam Kaleng

Banyak jenis makanan instan yang bisa dikemas dalam kaleng tanpa mengurangi kualitasnya, antara lain:

  • Makanan siap saji: rendang, semur ayam, opor, sarden, cakalang suwir.
  • Sambal instan: sambal cumi, sambal roa, sambal teri, sambal matah.
  • Makanan ringan: kacang pedas, keripik ikan, abon sapi, serundeng.
  • Produk minuman: kopi siap saji, susu steril, atau minuman berenergi.

Semua produk tersebut bisa bertahan lebih lama jika melalui proses pengalengan yang benar dengan mesin sealer dan mesin retort berkualitas.


Teknologi Pendukung: Mesin Retort dan Mesin Sealer

Dua mesin utama yang berperan besar dalam menjadikan makanan instan kalengan tahan lama adalah:

a. Mesin Retort

Mesin ini berfungsi untuk mensterilkan makanan dalam kemasan kaleng dengan suhu dan tekanan tinggi. Ada berbagai jenis mesin retort, seperti retort statis dan mesin retort shaking (yang menggunakan sistem goyangan agar energi panas dapat merata). Proses ini memastikan bakteri dan spora benar-benar mati tanpa merusak kandungan gizi.

b. Mesin Sealer Kaleng

Mesin ini digunakan untuk menutup kaleng secara rapat dan higienis. Penyegelan yang sempurna mencegah kebocoran dan menjaga makanan tetap steril hingga sampai ke tangan konsumen.

Dengan kombinasi dua mesin ini, UMKM bisa menghasilkan produk makanan instan yang awet, aman, higienis, dan siap ekspor.


Peluang Bisnis UMKM dari Produk Kalengan

Pasar makanan instan terus berkembang pesat seiring gaya hidup masyarakat yang serba cepat. Produk makanan kalengan kini tidak hanya digemari oleh konsumen dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang ekspor yang besar hingga ke luar negeri.

UMKM yang mampu mengembangkan produk kalengan dengan cita rasa khas daerah dan teknologi pengemasan modern berpotensi meraih keuntungan besar. Selain itu, dengan umur simpan yang panjang, stok produksi bisa diatur dengan efisien tanpa khawatir cepat rusak.


Hasilkan Kemasan Anti Bocor

Kemasan kaleng bukan sekadar wadah, tetapi inovasi penting yang memperpanjang umur simpan makanan instan dan meningkatkan nilai jual produk UMKM. Dengan dukungan teknologi seperti mesin retort shaking dan mesin sealer kaleng, pelaku usaha kecil bisa menghasilkan produk yang tahan lama, higienis, dan berkualitas ekspor.

Melalui pengemasan kaleng, makanan instan lokal dapat bersaing di pasar modern, memberikan keuntungan jangka panjang, dan membuka peluang besar bagi kemajuan bisnis kuliner UMKM di Indonesia.

Info Mesin:

Jika ingin konsultasi lebih lanjut mengenai jenis mesin pengolahan pangan yang cocok untuk usaha rumahan, bisa langsung tanya-tanya dulu loh! Kami siap membantu mengembangkan bisnis UMKM!

email : [email protected]

CP      : 0815-5549-9975

IG       : @inagiofficial

Home Shop Cart Account
Shopping Cart (0)

No products in the cart. No products in the cart.