INAGI – Hai sobat INAGI! Siapa sangka, sekarang ini produk kuliner khas Indonesia seperti cumi sambal ijo tidak hanya laris di pasar lokal, tetapi juga mulai merambah pasar ekspor sampai ke negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, hingga Timur Tengah. Tren ini semakin berkembang karena hadirnya teknologi Mesin Mini Retort, yaitu alat sterilisasi pangan modern yang memungkinkan pelaku bisnis UMKM mengemas produk basah seperti cumi sambal ijo dalam bentuk kemasan instan yang bisa awet beberapa bulan tanpa bahan pengawet.
Dengan mesin ini, UMKM bisa memproduksi makanan siap saji yang memenuhi standar keamanan pangan internasional, sehingga layak masuk ke pasar ekspor. Tak hanya disukai warga lokal Korea, produk ini juga menjadi solusi rindu kampung halaman bagi WNI yang tinggal di luar negeri yang kangen masakan pedas khas Indonesia.
Tantangan UMKM dalam Produksi Cumi Sambal Ijo
Cumi sambal ijo dikenal sebagai salah satu lauk favorit masyarakat Indonesia, terutama di warung nasi Padang. Rasanya gurih, pedas, dan aromanya menggugah selera. Akan tetapi, kendala utama dalam memasarkan produk ini adalah:
- Bahan baku cumi yang cepat basi, terutama setelah dimasak dengan sambal basah.
- Kesulitan mengirim ke luar kota atau luar negeri karena masa simpan pendek.
- Peraturan ketat ekspor makanan olahan, terutama terkait kandungan bakteri dan higienitas.
Dulu, satu-satunya cara menikmati cumi sambal ijo adalah dengan membelinya langsung atau memasaknya sendiri. Tetapi sekarang, UMKM bisa mengolahnya menjadi produk siap makan dalam kemasan retort pouch yang praktis dan tahan lama. Kuncinya ada pada penggunaan Mesin Mini Retort.
Apa Itu Mesin Mini Retort dan Cara Kerjanya?
Mesin Mini Retort adalah alat sterilisasi makanan yang bekerja dengan metode tekanan uap panas tinggi (steam pressure) mirip seperti teknologi autoclave atau pengalengan industri. Proses ini bertujuan untuk membunuh bakteri, spora, dan mikroorganisme penyebab pembusukan hingga ke tingkat aman konsumsi.
Cara kerjanya termasuk mudah, berikut prosesnya:
- Cumi sambal ijo dimasak seperti biasa dengan resep UMKM masing-masing.
- Setelah dingin, produk dikemas dalam retort pouch (aluminium foil atau nylon tahan panas).
- Kemasan dimasukkan ke dalam Mesin Mini Retort.
- Mesin akan melakukan proses sterilisasi pada suhu 110–121°C selama beberapa menit.
- Setelah proses selesai, produk bisa langsung disimpan atau dikirim ke seluruh dunia.
- Kemudian menghasilkan cumi sambal ijo bisa bertahan 12 hingga 24 bulan tanpa pendingin sekalipun.

Keunggulan Mesin Mini Retort untuk UMKM
Mengapa mesin ini dapat menjadi primadona UMKM makanan rumahan hingga skala industri kecil?
✅ Anti basi & awet lama bahkan tanpa kulkas
✅ Aman tanpa bahan pengawet
✅ Kemasan tetap utuh, tidak meledak saat dikirim via udara
✅ Sudah sesuai standar BPOM & HACCP untuk ekspor
✅ Meningkatkan kepercayaan buyer luar negeri
Dengan keunggulan ini, UMKM bisa menjadikan cumi sambal ijo sebagai produk ekspor bernilai tinggi, bahkan bisa masuk marketlace online global seperti Tokopedia International, Shopee Korea, Amazon, atau dijual melalui jaringan diaspora Indonesia di luar negeri.
Peluang Ekspor Cumi Sambal Ijo ke Korea dan Negara Lain
Di Korea Selatan, makanan pedas sangat digemari, sehingga sambal ijo memiliki peluang besar diterima pasar lokal. Beberapa UMKM sudah mulai menjual rendang, ayam balado, hingga cumi sambal ijo siap saji melalui jaringan pekerja migran Indonesia di Busan dan Seoul.
Selain Korea, pasar potensial lainnya ialah:
Malaysia & Singapura – banyak WNI dan pekerja migran
Taiwan & Hong Kong – minat tinggi pada makanan instan halal
Arab Saudi & Uni Emirat Arab – populasi diaspora Indonesia sangat besar
Eropa & Amerika – komunitas mahasiswa & keluarga Indonesia
Dengan menggunakan Mesin Mini Retort, UMKM tidak hanya berjualan di pasar lokal tetapi lebih maju dengan menjadi eksportir produk kuliner Nusantara.
Baca Juga:
Strategi Branding dan Penjualan
Agar produk cumi sambal ijo makin menarik bagi pasar ekspor, UMKM bisa melakukan langkah berikut:
- Gunakan label dalam dua bahasa (Indonesia & Inggris/Korea).
- Cantumkan logo Halal & izin edar BPOM untuk meningkatkan kepercayaan.
- Tawarkan dalam porsi 200–300 gram agar praktis untuk konsumsi individu.
- Promosikan melalui TikTok Shop, Instagram, hingga reseller diaspora.
Dengan kemasan menarik dan ketahanan lama, produk ini bisa dijual dengan harga premium dibanding lauk basah biasa. Jika di Indonesia harga per porsi hanya Rp 25.000 – Rp 35.000, di luar negeri bisa dijual setara Rp 70.000 hingga Rp 150.000 per bungkus.
Mesin Mini Retort: Investasi Kecil, Hasil Besar
Harga Mesin Mini Retort kini sudah sangat terjangkau, yang mana lebih ramah tersedia versi skala rumahan dan UKM. Dengan kapasitas kecil, UMKM bisa memulai produksi dari rumah dan meningkatkan kapasitas seiring berkembangnya penjualan. Bagi UMKM yang ingin naik kelas dan go internasional, inilah saatnya mengambil langkah nyata.
Teknologi Mesin Mini Retort bukan sekadar alat sterilisasi, tetapi peluang bagi UMKM kuliner Indonesia untuk menembus pasar ekspor. Dengan mini retort, produk seperti cumi sambal ijo tidak lagi hanya dinikmati di warteg atau rumah makan Padang, tetapi bisa hadir di meja makan warga Korea, Jepang, hingga Amerika.
Lebih dari itu, keberadaan produk ini menjadi obat rindu tanah air bagi para WNI di luar negeri. Rasanya tetap asli, pedasnya menggugah selera, dan kepraktisannya membuat siapa pun bisa menikmati cita rasa Nusantara hanya dengan langsung dipanaskan beberapa menit.
Info Mesin:
Jika ingin konsultasi lebih lanjut mengenai jenis mesin pengolahan pangan yang cocok untuk usaha rumahan, bisa langsung tanya-tanya dulu loh! Kami siap membantu mengembangkan bisnis UMKM!
email : [email protected]
CP : 0815-5549-9975
IG : @inagiofficial


