INAGI – Sirup cocopandan adalah salah satu minuman yang disukai masyarakat Indonesia karena memiliki rasa yang manis, segar, dan cita rasa yang khas. Permintaan pasar pada sirup cocopandan termasuk banyak, apalagi pada musim panas atau saat hari besar Ramadhan dan Lebaran. Peluang ini menjadi lebih berpeluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memproduksi sirup cocopandan secara mandiri. Adapun agar bisa bersaing di pasar modern, pelaku bisnis UMKM perlu memastikan produk terjaga keawetannya, higienis, dan aman dikonsumsi. Solusinya ialah dengan menggunakan mesin pasteurisasi dalam proses pengolahannya.
Apa Itu Mesin Pasteurisasi?
Mesin pasteurisasi adalah alat yang digunakan untuk melakukan proses termal atau panas pada produk seperti susu, jus, atau sirup pada suhu tertentu dalam waktu tertentu. Tujuannya adalah membasmi mikroorganisme patogen dan memperpanjang umur simpan tanpa merusak kandungan gizi dan rasa sirup. Pada produk sirup cocopandan, proses ini penting agar produk terjaga keamanannya untuk dikonsumsi dan tidak cepat basi saat dikemas dalam botol atau pouch.
Proses Pasteurisasi Sirup Cocopandan
Pembuatan sirup cocopandan dimulai dari pencampuran bahan-bahan utama seperti gula, air, perisa cocopandan, serta pewarna makanan alami. Setelah bahan dicampur rata dan dipanaskan, campuran ini perlu dipasteurisasi agar bakteri dan jamur yang mempercepat pembusukan dapat dihilangkan.
Dengan menggunakan mesin pasteurisasi, cairan sirup dipanaskan hingga suhu sekitar 80–90°C selama beberapa menit. Suhu ini cukup untuk menonaktifkan mikroorganisme namun tidak merusak aroma dan rasa khas cocopandan. Setelah itu, sirup didinginkan dan langsung dikemas dalam botol steril atau pouch yang siap dipasarkan.

Manfaat Mesin Pasteurisasi Produksi Sirup
1. Memperpanjang Masa Simpan
Mesin pasteurisasi menjadikan produk sirup lebih tahan lama tanpa bahan menggunakan pengawet tambahan. Produk bisa bertahan hingga berbulan-bulan dalam suhu ruang, sehingga cocok untuk distribusikan di toko atau swalayan.
2. Menjamin Kebersihan dan Keamanan Produk
Dengan proses pemanasan yang dikontrol suhu dan waktunya, mikroba pembusuk dapat dinonaktifkan tanpa merusak cita rasanya. Produk menjadi higienis dan aman dikonsumsi oleh semua kalangan, termasuk anak-anak.
3. Meningkatkan Penjualan Produk UMKM
Sirup cocopandan hasil dari proses pasteurisasi memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan produk pabrikan. Hal ini membuka peluang masuk ke pasar modern dan menjangkau konsumen lebih luas.
4. Proses Produksi Lebih Efisien
Mesin pasteurisasi dengan sistem otomatis menjadikan proses produksi menjadi lebih cepat dan konsisten. UMKM tidak perlu khawatir mengenaik kualitas karena suhu dan waktu pasteurisasi telah diatur secara presisi.
Baca Juga:
Investasi Menguntungkan untuk UMKM
Mesin pasteurisasi kini hadir dalam berbagai ukuran, termasuk skala kecil dan menengah yang cocok untuk UMKM. Harga mesin ini sebanding dengan manfaat jangka panjang yang ditawarkan. Dengan daya listrik yang efisien dan perawatan yang mudah, mesin ini bisa menjadi investasi jangka panjang yang mendongkrak produktivitas dan kualitas produk.
Beberapa produsen mesin lokal seperti INAGI sudah menyediakan mesin pasteurisasi skala UMKM dengan fitur modern dan harga terjangkau. Mesin ini juga mendukung standar keamanan pangan yang memudahkan pelaku UMKM memperoleh izin edar dari BPOM dan sertifikasi halal.
Menggunakan mesin pasteurisasi pada proses pembuatan sirup cocopandan adalah langkah tepat bagi pelaku UMKM kuliner. Bukan hanya membuat produk lebih awet dan higienis, tetapi juga meningkatkan nilai jual dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Di tengah persaingan bisnis minuman kemasan yang banyak, maka penggunaan teknologi tepat guna seperti mesin pasteurisasi menjadi salah satu solusi keberhasilan bisnis UMKM yang lebih berkembang.
Info Mesin:
Di sini tersedia berbagai jenis mesin pengolahan pangan INAGI, informasi mengenai harga mesin dapat konsultasi lebih lanjut dengan menghubungi kontak berikut ini:
email : [email protected]
CP : 0815-5549-9975
IG : @inagiofficial


