INAGI – Bayangkan Anda baru saja selesai memasak makanan siap saji (ready to eat). Resepnya sudah pas, rasanya mantap, bahkan beberapa pelanggan bilang “Ini juara banget!” Tapi begitu masuk ke tahap pengemasan, muncul masalah: kemasan tidak menutup rapat.
Alhasil, makanan yang seharusnya bisa tahan berbulan-bulan, malah cepat rusak. Ada yang bocor, ada yang kembung, ada juga yang warnanya berubah. Bukan hanya merugikan secara finansial, tapi juga bisa merusak kepercayaan konsumen.
Kalau Anda pelaku usaha makanan ready to eat dan pernah pusing soal seal retort pack, tenang saja—Anda tidak sendirian. Banyak UMKM maupun produsen besar menghadapi tantangan serupa.
Artikel ini akan membongkar:
- Kenapa seal retort pack sering bermasalah
- Faktor penyebabnya
- Bagaimana cara mengevaluasi kondisi produksi Anda
- Studi kasus nyata agar lebih mudah dipahami
Mari kita bahas satu per satu dengan gaya ngobrol santai.
Apa Itu Retort Pack dan Kenapa Seal Penting?
Retort pack adalah kemasan khusus (biasanya berbahan multilayer plastik atau alumunium foil) yang tahan panas tinggi dan digunakan dalam proses sterilisasi makanan. Dengan teknologi ini, makanan bisa tahan lama tanpa pengawet, bahkan hingga berbulan-bulan.
Namun, ada satu hal krusial: seal atau segel kemasan.
Seal adalah penutup rapat yang memastikan udara dan mikroba tidak masuk setelah proses sterilisasi. Kalau segelnya gagal, seluruh proses bisa sia-sia.
Bayangkan Anda punya rumah super kokoh, tapi pintunya tidak bisa terkunci. Seaman apapun rumahnya, tetap saja pencuri bisa masuk. Begitu pula dengan retort pack—kalau seal tidak rapat, bakteri tetap bisa merusak makanan.
Menurut Food Packaging Forum (2022), 70% masalah pada makanan siap saji kemasan disebabkan oleh kegagalan pada sistem penyegelan.
BACA JUGA :
Kendala Umum dalam Seal Retort Pack
1. Suhu Seal Tidak Tepat
Seal yang terlalu panas bisa menyebabkan plastik meleleh, sedangkan suhu yang terlalu rendah membuat seal tidak menempel sempurna.
- Efeknya: Bocor halus (microleak) yang tidak terlihat, tapi cukup untuk membiarkan bakteri masuk.
2. Kontaminasi di Area Seal
Kadang ada butiran makanan, minyak, atau kelembapan yang ikut masuk ke area seal. Hasilnya, segel tidak bisa rapat.
- Efeknya: Seal terlihat menempel, tapi mudah terbuka saat ditekan atau saat retort.
3. Tekanan Mesin yang Tidak Merata
Jika tekanan pada mesin sealer tidak seimbang, bagian tertentu akan lebih rapat, sedangkan bagian lain longgar.
- Efeknya: Seal terlihat oke, tapi saat diuji kebocoran, kemasan gagal.
4. Kualitas Material Kemasan
Tidak semua plastik multilayer cocok untuk retort. Ada yang terlalu tipis, ada juga yang tidak tahan panas tinggi.
- Efeknya: Kemasan pecah atau mengelupas setelah proses sterilisasi.
5. Human Error
Faktor manusia tidak kalah penting. Operator yang terburu-buru atau kurang terlatih seringkali membuat kesalahan kecil, tapi berakibat fatal.
- Efeknya: Seal tidak konsisten, produk cacat meningkat.
Kadang seal gagal bukan karena mesinnya, tapi karena operatornya masih “baper”—bawa perasaan, bukan bawa prosedur. 😄
Apakah Seal Retort Pack Anda Bermasalah?

Coba jawab pertanyaan berikut untuk mengevaluasi kondisi produksi:
- ❓ Apakah sering ada kemasan bocor setelah retort?
- ❓ Apakah pernah menemukan kemasan menggembung di gudang?
- ❓ Apakah produk berubah warna/tekstur lebih cepat dari perkiraan?
- ❓ Apakah hasil seal tidak konsisten (kadang rapat, kadang tidak)?
- ❓ Apakah Anda menggunakan mesin sealer yang sesuai standar retort?
Jika sebagian besar jawaban Anda “iya”, maka bisa dipastikan ada masalah serius pada sistem penyegelan.
UMKM Rendang Padang yang Gagal Ekspor
Sebuah UMKM di Padang mencoba mengekspor rendang dalam retort pack ke Malaysia. Rasa dan resepnya sudah sesuai, bahkan lolos uji rasa di pasar lokal. Namun, saat sampai di negeri seberang, banyak kemasan yang bocor.
Setelah diselidiki, ternyata masalah ada pada seal yang tidak sempurna. Ada butiran rendang yang menempel di area seal, sehingga segel tidak rapat. Akhirnya, ekspor tertunda, dan UMKM tersebut harus menanggung kerugian besar.
👉 Pelajaran penting: jangan pernah anggap remeh detail kecil dalam proses penyegelan.
Penyebab Umum Kegagalan Seal Retort Pack
| Faktor Penyebab | Dampak pada Produk | Solusi Praktis |
| Suhu terlalu rendah | Seal longgar, mudah bocor | Atur suhu sesuai spesifikasi kemasan |
| Suhu terlalu tinggi | Plastik meleleh, kemasan rusak | Gunakan pengaturan otomatis pada mesin |
| Kontaminasi (minyak, makanan) | Seal tidak rapat, mikroba masuk | Bersihkan area seal sebelum penyegelan |
| Tekanan tidak merata | Seal tidak konsisten | Periksa tekanan mesin secara berkala |
| Material kemasan buruk | Retak setelah retort | Gunakan kemasan food grade khusus retort |
| Human error | Seal tidak konsisten | Latih operator secara rutin |
Rujukan dan Fakta Ilmiah
- Menurut Journal of Food Science (2021), kegagalan seal adalah salah satu penyebab utama recall produk makanan di pasar global.
- BPOM RI juga menekankan bahwa salah satu syarat izin edar makanan RTE adalah bukti uji kemasan yang mampu menahan tekanan dan suhu tinggi.
- FAO menyebutkan bahwa pengemasan yang buruk dapat mengurangi umur simpan produk hingga 50%.
Bagaimana Cara Mengatasi Kendala Seal Retort Pack?
- Gunakan mesin sealer berkualitas – pastikan spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan retort pack.
- Uji coba suhu dan tekanan – lakukan kalibrasi berkala agar hasil lebih konsisten.
- Jaga kebersihan area seal – jangan biarkan minyak atau sisa makanan menempel.
- Gunakan kemasan berkualitas – pilih bahan multilayer khusus retort.
- Latih operator – SDM yang paham prosedur lebih berharga daripada mesin mahal tanpa operator terampil.
- Lakukan uji kebocoran – tes sederhana dengan merendam kemasan dalam air sambil diberi tekanan bisa mendeteksi microleak.
Seal Bukan Hal Sepele
Dalam usaha makanan ready to eat, seal retort pack adalah kunci. Satu kesalahan kecil bisa merusak seluruh batch produksi. Mulai dari suhu, tekanan, material kemasan, hingga keterampilan operator—semuanya harus diperhatikan.
Ingat, kualitas produk bukan hanya soal rasa, tapi juga soal keamanan dan kepercayaan konsumen. Jadi, jangan sampai usaha Anda terhambat hanya karena masalah kecil yang bisa dicegah sejak awal.
Pertanyaan untuk Anda: Apakah Anda sudah yakin bahwa proses seal dalam usaha RTE Anda sudah benar-benar aman?
Kalau belum, mungkin sekarang saatnya lebih serius memperhatikan detail kecil yang sering terlewat. Karena, seperti kata pepatah, “setetes bocor bisa menenggelamkan kapal.”


