Konsultasi
mesin milktech pasteurisasi, mesin mini retort steriliser, news, Teknologi

PERBEDAAN PASTEURISASI SEAFOOD DAN PANGAN

Menjaga Keamanan Seafood dan Pangan Biasa: Perbedaan Jenis Pasteurisasi

INAGI Pasteurisasi merupakan proses penting dalam industri pangan untuk meningkatkan keamanan dan memperpanjang umur simpan produk. Proses ini melibatkan pemanasan produk pada suhu tertentu selama waktu tertentu untuk membunuh bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit.

Perbedaan Jenis Pasteurisasi untuk Seafood dan Pangan Biasa

Meskipun tujuan pasteurisasi sama, terdapat beberapa perbedaan dalam penerapannya pada seafood dan pangan biasa. Perbedaan ini dikarenakan karakteristik dan risiko keamanan yang berbeda pada kedua jenis produk.

1. Suhu dan Waktu Pasteurisasi

  • Seafood: Seafood umumnya membutuhkan suhu pasteurisasi yang lebih tinggi dan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pangan biasa. Hal ini karena seafood lebih rentan terhadap bakteri berbahaya seperti Vibrio parahaemolyticus dan Salmonella Typhimurium. Suhu pasteurisasi untuk seafood biasanya berkisar antara 60°C hingga 74°C selama 30 menit hingga 2 jam, tergantung pada jenis seafood dan metode pasteurisasi yang digunakan.
  • Pangan Biasa: Pangan biasa seperti susu, jus buah, dan telur umumnya membutuhkan suhu pasteurisasi yang lebih rendah dan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan seafood. Suhu pasteurisasi untuk pangan biasa biasanya berkisar antara 63°C hingga 72°C selama 15 hingga 30 detik, tergantung pada jenis produk dan metode pasteurisasi yang digunakan.

ARTIKEL LAINNYA :

2. Metode Pasteurisasi

  • Seafood: Metode pasteurisasi yang umum digunakan untuk seafood adalah pasteurisasi batch dan pasteurisasi aliran kontinu. Metode HTST dan UHT juga dapat digunakan untuk seafood dengan beberapa modifikasi.
  • Pangan Biasa: Metode pasteurisasi yang umum digunakan untuk pangan biasa adalah pasteurisasi batch, pasteurisasi aliran kontinu, HTST, dan UHT.

3. Pertimbangan Keamanan Pangan

  • Seafood: Seafood memiliki risiko keamanan pangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pangan biasa karena beberapa faktor, seperti habitat air yang kotor, penanganan yang tidak tepat, dan potensi kontaminasi bakteri berbahaya. Oleh karena itu, pasteurisasi seafood harus dilakukan dengan lebih hati-hati dan dengan kontrol kualitas yang ketat.
  • Pangan Biasa: Pangan biasa umumnya memiliki risiko keamanan pangan yang lebih rendah dibandingkan dengan seafood. Namun, pasteurisasi tetap penting untuk memastikan keamanan produk dan memperpanjang umur simpan.

Kesimpulan

Pasteurisasi merupakan proses penting untuk menjaga keamanan dan kualitas seafood dan pangan biasa. Dengan memahami perbedaan jenis pasteurisasi dan faktor yang mempengaruhinya, para pelaku industri pangan dapat memastikan produk mereka diolah dengan tepat dan aman untuk dikonsumsi.

Info Mesin:

Untuk detail selengkapnya dapat langsung checkout mesin mini retort melalui informasi kontak di bawah ini:

Email: inagiofficial@gmail.com

CP: 0815-5549-9975

Instagram: @inagiofficial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *